Sukoharjo- Perubahan cuaca yang tidak menentu dan disertai serangan hama membuat was-was petani di Sukoharjo. Selain ancaman gagal panen yang cukup tinggi. Kedua faktor itu menjadi momok bagi petani untuk menanam tanaman padi di lahannya.
Dari data yang dimiliki Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Sukoharjo, akibat hal itu produktivitas padi anjlok dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Sebelumnya produktivitas padi rata-rata bisa mencapai 7,1 ton/hektare, namun saat ini hanya berkisar 6 ton-6,6 ton. Jadi ada penurunan 1 ton/hektare," ungkap Kasi Produksi (Dispertan) Sukoharjo, Agung S.
Penurunan produktivitas padi tersebut terjadi hampir di seluruh wilayah di Sukoharjo. Terlebih di daerah yang memiliki intensitas serangan hama dan penyakit yang cukup tinggi. Dikatakan, cuaca ekstrim yang berakibat pada sulitnya pemberantasan hama dan penyakit. Akibatnya, katanya, hama wereng batang cokelat dan virus kerdil hampa merebak dan sulit dibasmi.
Pasalnya, hama dan penyakit tersebut mudah berkembang biak dan susah dimusnahkan di saat tingkat kelembaban udara dan air terlalu tinggi. "Untuk tahun kemarin saja, bisa dibilang tidak ada kemaraunya. Jadi paparan sinar matahari kurang maksimal dan mengakibatkan proses pembuahan sangat kurang. Hama dan penyakit pun sulit diberantas," jelasnya.
Selama 2010, terjadi serangan hama dan penyakit yang sangat tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dengan menilik data dari bidang Pengataman Hama dan Penyakit (PHP), luas lahan yang puso atau gagal panen akibat serangan wereng dan virus kerdil mencapai 1.978 ha.
"Tahun kemarin, seluas 1.554 ha gagal panen akibat wereng batang cokelat, sedangkan 424 ha tanaman padi puso karena virus kerdil hampa," tambahnya.
Kepala Dispertan Sukoharjo, Giyarti menyatakan, cuaca ekstrim dengan curah hujan yang tak menentu membuat produksi padi di berbagai daerah di Jawa Tengah turun, tak terkecuali dengan Kabupaten Sukoharjo. Gubernur Bibit Waluyo pun telah memberi peringatan 'emergency' kepada petani atas tingginya serangan hama dan penyakit saat cuaca ekstrem saat ini.
"Untuk produksi padi pada 2010 memang diperkirakan turun jika dibandingkan tahun sebelumnya, yang sekitar 320.000 ton untuk 2009," ungkapnya. ( suaramerdeka.com )


Posting Komentar