Warga Indonesia Baik-baik Saja
Written By KrokotNews on Sabtu, 29 Januari 2011 | 17.56
KAIRO - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kairo menyatakan semua warga negara Indonesia yang saat ini masih berada di Mesir dalam keadaan baik-baik saja, meskipun aksi-aksi demonstrasi terjadi di beberepa tempat di Mesir dari Jumat (28/1/2011) hingga Sabtu (29/1/2011) dinihari tadi.
"Alhamdulillah semua warga negara Indonesia di Mesir terhindar dari huru-hara yang terjadi," kata Kepala Bagian Penerangan, Sosial dan Kebudayaan (Pensosbud) KBRI Kairo, Iwan Widjaya Muliyatna, Sabtu (29/1/2011).
Menurutnya, tempat-tempat permukiman warga negara Indonesia pada umumnya jauh dari lokasi-lokasi unjuk rasa, yang sebagian besar berlangsung di pusat pusat kota dan tempat-tempat strategis. Kendatipun demikian, KBRI Kairo telah memberikan penyuluhan kepada warga negara Indonesia, yang sebagian besar adalah mahasiswa, untuk selalu waspada terhadap situasi panas di Mesir saat ini.
"Pada Jumat kemarin KBRI mengadakan pertemuan-pertemuan dengan para mahasiswa untuk saling tukar informasi mengenai keselamatan warga Indonesia," kata Iwan.
Warga negara Indonesia di Mesir kini mencapai sekitar 5.000 orang, 4.000, yang di antaranya didominasi kalangan mahasiswa. Pihak KBRI Kairo saat ini telah menyediakan sambungan telepon khusus hotline dengan nomor 20227947200 dan 27947209 untuk melakukan kontak komunikasi dengan para warga negara Indonesia yang berada di sana.
Duta Besar RI di Kairo, A.M. Sachir, sebelumnya sempat berpikir akan melakukan evakuasi terhadap para warga negara Indonesia di Mesir terkait merebaknya huru-hara unjuk rasa para pemuda yang menuntut agar Presiden Mesir Hosni Mubarak mundur dan melakukan reformasi politik. Aksi unjuk rasa di Mesir itu diilhami oleh revolusi di Tunisia yang menyebabkan Presiden Zine El Abidine Ben Ali, yang kini melarikan diri ke Arab Saudi setelah mendapat tekanan keras rakyat dalam aksi demo selama beberapa hari.
Adapun situasi sampai Sabtu (29/1/2011) di Kairo masih rentan. Kendati demikian, aksi unjuk rasa sewaktu-waktu bisa muncul kembali, sementara semua saluran komunikasi termasuk telepon seluler, telepon rumah dan internet diblokir sehingga menyulitkan para wartawan asing. (KOMPAS.com )
Label:
utama


Posting Komentar