Headlines News :
Home » » BI Rate Naik, Bank Sentral Panggil 14 Bank

BI Rate Naik, Bank Sentral Panggil 14 Bank

Written By KrokotNews on Selasa, 15 Februari 2011 | 06.45

Jakarta- Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengatakan Bank Indonesia sudah memanggil 14 bank-bank besar setelah menaikkan BI rate menjadi 6,75 persen. Pemanggilan ini terkait penerapan aturan prime lending rate yang mulai efektif akhir Maret nanti. 

Ada 44 bank yang beraset diatas Rp 10 triliun yang wajib menerapkan aturan tersebut dengan mengumumkan suku bunga kredit acuan."Ini akan membuka persaingan antar bank lebih terbuka dan ini akan ikut menurunkan suku bunga kredit," katanya dalam rapat kerja dengan Komisi Keuangan dan Perbankan DPR, Jakarta, Senin (14/2)

Bank Indonesia akan membuat benchmark antar satu bank dengan bank lainnya. Dari prime lending rate yang rinciannya disampikan ke BI, akan dilihat berapa biaya sumber daya manusia, biaya sewa gedung dan biaya-biaya lainnya. "Ada 5 sampai 6 biaya, yang setiap biaya akan kami ranking," kata Darmin.

Darmin menegaskan dirinya akan terlibat langsung dalam pemanggilan bank-bank setelah BI melihat ranking bank tersebut disetiap biaya. "Saya akan memanggil satu per satu secara langsung, setiap panggil satu bank, saya akan menyampaikan anda bagus di biaya SDM tapi tidak bagus dibiaya yang lain," katanya.

Pada pemanggilan pertama, direktur utama dan jajaran direksinya akan diminta untuk mengefisienkan biayanya. Mereka akan diberi dalam waktu tertentu untuk menurunkan biaya tersebut. "Kalau tidak juga menurunkan, BI akan memanggil pemegang saham, kami akan katakan demi perekonomian nasional saya minta mereka menurunkan spread," katanya.

Ia menyadari bahwa kenaikan BI rate berpengaruh terhadap kenaikan tingkat suku bunga deposito. "Kami punya langkah-langkah untuk menekan spread supaya perlahan-lahan turun," katanya. 

Hal itu diungkapkan Darmin menjawab pertanyaan sejumlah anggota Komisi Keuangan yang mempertanyakan kenaikan BI rate ini akan berdampak pada kenaikan tingkat suku bunga. "Kami meminta BI menjelaskan korelasi kebijakan moneter dengan pengendalian inflasi dalam laporan triwulanan," kata anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Arif Budimanta. (Tempointeraktif.com, 14/02/2011)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Krokotnews - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger