Pemimpin Senior Ikhawanul Muslimin, Mohammed Mursi mengatakan kelompoknya terus mendukung tuntutan para demonstran: Presiden Hosni Mubarak harus turun dari jabatannya. "Kami setuju berdialog untuk menekankan betapa seriusnya tuntutan kami, kini kami ingin melihat respon mereka," kata Muris.
Selain Ikhwanul Muslimin, beberapa partai oposisi sekuler juga ikut dalam dialog ini. Selain itu juga ada ahli hukum dan konglomerat, Naguib Sawiris. Tokoh oposisi Mohamed El Baradei juga ikut hadir dalam dialog ini.
Dalam siaran televisi nasional, sebelum bertemu Ikhwanul Muslimin, Suleiman bertemu dengan tokoh oposisi independen pada Sabtu kemarin. Pertemuan tersebut menekankan pemilihan presiden yang bebas dan adil sesuai konstitusi.
Koresponden Al Jazeera di Kairo mengatakan pertemuan Ikhwanul Muslimin dengan Wapres Suleiman ini adalah sebuah langkah penting. Ikhwanul Muslimin tertarik membahas turunnya Presiden Mubarak, mereka juga ingin membicarakan parlemen dan meminta tanggung jawab pemerintah atas kekerasan yang terjadi
Sedangkan koresponden Al Jazeera di Alexandria, kota yang menjadi salah satu basis Ikhwanul Muslimin mengatakan banyak kalangan yang terkejut dengan langkah Ikhwanul Muslimin. Sebab, sebelumnya, Ikhwanul menolak bernegoisasi sebelum Mubarak turun.
Adapun Presiden Komunitas Amerika Mesir, Cherif Bassiouni mengatakan Ikhawanul Muslimin menunjukkan tanggung jawabnya. "Mereka telah mengikuti pemilihan legislatif pada 2005, sebanyak 88 anggotanya masuk parlemen, jadi mereka memang punya perang di parlemen," kata Bassiouni. (Tempointeraktif.com)


Posting Komentar