Samarra, Irak (ANTARA/Reuters) - Seorang pembom bunuh diri meledakkan dirinya Sabtu di dekat kerumunan peziarah Syiah di sebuah stasiun bus di kota Samarra, Irak, sehingga menewaskan 38 orang dan melukai sejumlah orang yang lain, menurut polisi dan pejabat.
Serangan itu adalah pemboman bunuh diri kedua pekan ini dekat Samarra, tempat para peziarah Syiah memperingati kematian satu dari 12 imam mereka, dan menyusul serangkaian serangan belakangan ini oleh gerilyawan ketika tentara Amerika Serikat bersiap untuk mundur sepenuhnya dari Irak.
"Itu adalah pembom bunuh diri yang memakai rompi bom. Seorang tentara Irak di pintu masuk selatan Samarra berusaha untuk menghentikannya, tapi ia dengan segera meledakkan dirinya dekat sebuah terminal bus yang dipenuhi dengan peziarah," Ahmed Abdul-Jabbar, wakil gubernur provinsi Salaheddin, mengatakan pada Reuters.
Amir Hadi, walikota kota Balad yang berdekatan, tempat beberapa korban diambil, mengatakan serangan itu menewaskan 38 orang dan melukai 74 orang yang lain. Polisi di Samarra memastikan korban itu.
Satu sumber dalam operasi militer di Samarra mengatakan serangan itu dilakukan oleh seorang pembom bunuh diri yang memakai rompi yang dimuati dengan sedikitnya 10 kilogram bahan peledak.
Peziarah Syiah sering kali diserang dalam beberapa tahun belakangan ini oleh gerilyawan Sunni yang masih mampu melakukan serangan mematikan hampir delapan tahun setelah serangan pimpinan AS yang menjatuhkan presiden Sunni Saddan Hussein.
Tentara AS diperkirakan akan mundur pada akhir tahun ini.
Pada Kamis. delapan orang tewas dan 30 orang terluka ketika pembom mobil bunuh diri menyerang sekelompok peziarah Syiah yang menuju ke Samarra.
Keamanan ketat
Para peziarah Syiah berkumpul di Samarra, 100 Km di utara Baghdad, untuk memperingati kematian Hasan al-Askari, imam ke 11 dari 12 imam. Samrra menampung masjid dan makam al-Askari.
Peristiwa keagamaan Syiah telah dilarang pada masa Saddam.
Keamanan di sekitar kota itu telah diperketat sebelum peristiwa keagamaan itu. Tidak ada kendaraan ang diijinkan masuk atau meninggalkan Samarra sejak Jumat, kata beberapa warga.
Serangan Sabtu terjadi di sebuah terminal bus untuk para peziarah, yang memiliki pintu masuk terpisah ke kota itu.
Beberapa warga yang berusaha untuk menyumbangkan darah setelah imsiden itu mengatakan mereka tidak dapat mencapai rumah saki, yang telah ditutup oleh pasukan keamanan Irak.
Secara keseluruhan kekerasan telah menurun di Irak sejak puncak perang sektarian pada 2006-7, tapi pemboman dan serangan masih terjadi tiap hari.
Puluhan orang tewas dalam serangan terhadap peziarah Syiah bulan lalu dekat kota suci Kerbala. Sedikitnya tujuh orang tewas dan 78 terluka akibat tiga bom mobil di kota Kirkuk di Irak utara, Rabu.
Serangan itu adalah pemboman bunuh diri kedua pekan ini dekat Samarra, tempat para peziarah Syiah memperingati kematian satu dari 12 imam mereka, dan menyusul serangkaian serangan belakangan ini oleh gerilyawan ketika tentara Amerika Serikat bersiap untuk mundur sepenuhnya dari Irak.
"Itu adalah pembom bunuh diri yang memakai rompi bom. Seorang tentara Irak di pintu masuk selatan Samarra berusaha untuk menghentikannya, tapi ia dengan segera meledakkan dirinya dekat sebuah terminal bus yang dipenuhi dengan peziarah," Ahmed Abdul-Jabbar, wakil gubernur provinsi Salaheddin, mengatakan pada Reuters.
Amir Hadi, walikota kota Balad yang berdekatan, tempat beberapa korban diambil, mengatakan serangan itu menewaskan 38 orang dan melukai 74 orang yang lain. Polisi di Samarra memastikan korban itu.
Satu sumber dalam operasi militer di Samarra mengatakan serangan itu dilakukan oleh seorang pembom bunuh diri yang memakai rompi yang dimuati dengan sedikitnya 10 kilogram bahan peledak.
Peziarah Syiah sering kali diserang dalam beberapa tahun belakangan ini oleh gerilyawan Sunni yang masih mampu melakukan serangan mematikan hampir delapan tahun setelah serangan pimpinan AS yang menjatuhkan presiden Sunni Saddan Hussein.
Tentara AS diperkirakan akan mundur pada akhir tahun ini.
Pada Kamis. delapan orang tewas dan 30 orang terluka ketika pembom mobil bunuh diri menyerang sekelompok peziarah Syiah yang menuju ke Samarra.
Keamanan ketat
Para peziarah Syiah berkumpul di Samarra, 100 Km di utara Baghdad, untuk memperingati kematian Hasan al-Askari, imam ke 11 dari 12 imam. Samrra menampung masjid dan makam al-Askari.
Peristiwa keagamaan Syiah telah dilarang pada masa Saddam.
Keamanan di sekitar kota itu telah diperketat sebelum peristiwa keagamaan itu. Tidak ada kendaraan ang diijinkan masuk atau meninggalkan Samarra sejak Jumat, kata beberapa warga.
Serangan Sabtu terjadi di sebuah terminal bus untuk para peziarah, yang memiliki pintu masuk terpisah ke kota itu.
Beberapa warga yang berusaha untuk menyumbangkan darah setelah imsiden itu mengatakan mereka tidak dapat mencapai rumah saki, yang telah ditutup oleh pasukan keamanan Irak.
Secara keseluruhan kekerasan telah menurun di Irak sejak puncak perang sektarian pada 2006-7, tapi pemboman dan serangan masih terjadi tiap hari.
Puluhan orang tewas dalam serangan terhadap peziarah Syiah bulan lalu dekat kota suci Kerbala. Sedikitnya tujuh orang tewas dan 78 terluka akibat tiga bom mobil di kota Kirkuk di Irak utara, Rabu.


Posting Komentar