Headlines News :
Home » » Indonesia Bisa Produksi LNG Berbahan CBM

Indonesia Bisa Produksi LNG Berbahan CBM

Written By KrokotNews on Minggu, 03 April 2011 | 05.52

BALIKPAPAN — Indonesia dapat menjadi produsen gas alam cair (LNG) berbahan baku gas metan batubara (CBM) pertama di dunia, mendahului Australia, jika bisa merealisasikannya sebelum tahun 2014.
BP Migas optimistis bahwa VICO, kontraktor kontrak kerja sama migas yang menjalankan eksplorasi di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, punya peluang mengawalinya.
Kepala Divisi Humas, Sekuriti, dan Formalitas BP Migas Gde Pradnyana, Sabtu (2/4/2011), mengatakan, Wes Sangatta–juga salah satu kontraktor kontrak kerja sama migas di Kutai kartanegara–dapat memproduksi gas metan batu bara atau coal bed methane (CBM). West Sanggata diperkirakan sudah bisa memproduksi CBM Juni mendatang.
Sementara VICO baru bisa menghasilkan CBM September 2011. Namun secara infrastuktur lebih siap, karena sudah punya perpipaan yang tersambung ke PT Badak. PT Badak merupakan produsen gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) besar, di Bontang, Kaltim.  
"Sedangkan West Sangatta, harus membangun pipa-pipa agar produksi CBM-nya bisa tersambung dengan PT Badak, dan itu butuh waktu. Sedangkan VICO, begitu CBM keluar, langsung dialirkan ke PT Badak untuk kemudian diproses menjadi LNG," ujar Pradnyana.
VICO sudah mulai mengeksploitasi CBM. Pamaguan-10 CBM Well, sumur di lapangan gas yang dikelola VICO, di Kelurahan Dondang, Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kaltim, diresmikan Sabtu (26/3/2011) lalu.
"Saya berbicara dengan teman-teman di Australia dan mengetahui negara itu baru bisa memproduksi (LNG berbahan baku CBM) tahun 2014. Saya bilang, Indonesia mampu sebelum tahun 2014. Jadi, jika bisa terealisasi sebelum 2014, itu berkat VICO," ujar Evita Legowo, Dirjen Minyak dan Gas Bumi, dalam sambutannya di acara peresmian tersebut.
Menurut Evita, VICO paling memungkinkan segera menyuplai gas metan batu bara atau coal bed methane (CBM), karena memiliki infrastruktur perpipaan yang terhubung ke PT Badak, perusahaan besar.
Saat ini, LNG buatan PT Badak masih berbahan baku gas alam cair konvensional, bukan dari CBM. Berpijak kenyataan bahwa sumber alam semakin menipis, maka perlu dicari alternatif gas alam cair nonkonvensional, salah satunya dari CBM. VICO yang berpengalaman mengeksplorasi gas alam konvensional, melirik pula eksplorasi gas alam nonkonvensional. Saat ini, VICO telah memiliki 10 sumur pengeboran CBM.
Eksplorasi CBM dikembangkan sejak tahun 2008. Ada lima kontraktor pemilik wilayah kerja CBM di Indonesia, yang ditargetkan sudah memulai produksinya tahun ini. Selain VICO (wilayah kerja Sanga-sanga), empat lainnya adalah Medco Energy International (Sekayu), Arrow PTE (Tanjung Enim), Indobarambai (Barito Banjar), dan West Sangatta (Sangatta).
Masing-masing direncanakan memproduksi 1 MMSCFD, kecuali di Sanga-sanga yang bisa 1,5 MMSCFD. West Sangatta telah merampungkan pengeboran tiga sumur sejak tahun lalu. Produksi CBM ditargetkan mulai pada kuartal pertama tahun ini dan untuk jangka pendek, pemanfaatannya adalah memenuhi pasokan listrik untuk desa-desa sekitar.
Vice President Resource Management VICO Bambang Ismanto mengatakan, rencananya awal memang ikut memasok listrik rumah-rumah warga desa sekitar.
Roni (22), warga Dondang, menyambut gembira rencana VICO. Rumahnya memang sudah dialiri listrik, tetapi hanya berdaya 450 watt. "Mati listrik sudah biasa. Setidaknya ada harapan desa saya dan desa sekitar aman pasokan listrik," papar Roni.
Kepala BP Migas Priyono, di sela-sela acara peresmian Sumur Pamaguan tersebut, mengatakan, sebelum mewujudkan LNG dari CBM, rencana jangka pendek pemerintah adalah bagaimana cara CBM yang sudah diproduksi dapat memasok listrik ke pedesaan. "Dalam hal ini diperlukan kerja sama dengan PLN. Pemerintah sedang nego harga dengan PLN," ujar Priyono.
Total produksi CBM kelima kontraktor pemilik wilayah kerja tersebut sekitar 5,5 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) atau listrik yang dihasilkan setara dengan 13,75 megawatt. Potensi CBM Indonesia termasuk lima terbesar di dunia, dengan sumber daya mencapai 453,3 triliun kaki kubik (tcf). "CBM mendapat tempat di hati saya," ucap Evita. ( KOMPAS.com )
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Krokotnews - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger