JAKARTA — Masyarakat kelas menengah Indonesia berpotensi menjadi yang terbesar di dunia dengan pertumbuhan sekitar 7 persen. "Tetapi, faktor kuncinya bukan hanya itu (menjadi yang terbesar). Untuk menghindari para pemuda dari risiko pekerjaan, di mana para pemuda ini akan masuk ke dalam kelas menengah itu, maka mereka harus mempunyai pekerjaan yang bernilai tambah tinggi sehingga mereka bisa membelanjakan uangnya," jelas Indonesia Lead Economist Bank Dunia Shubham Chaudhuri, di Jakarta, Rabu (30/3/2011).
Menurut laporan Bank Dunia, bertambahnya 50 juta penduduk Indonesia ke dalam kelas menengah selama 7 tahun terakhir memang menyediakan potensi besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Di mana kelompok menengah bawah dengan pengeluaran kurang dari 2 dollar AS per hari mendominasi dengan 62 persen pada 2003, dan berkurang menjadi 43 persen pada 2010. Sementara kelompok menengah-menengah naik dari 38 persen menjadi 57 persen dari total populasi kelas menengah 2010.
Naiknya jumlah kelas menengah dengan penghasilan yang semakin tinggi, diyakini Shubham, akan mendorong kenaikan permintaan terhadap produk, khususnya produk nonpangan. "Pada dasarnya, jika ada sejumlah kelompok besar yang punya kekuatan, yang punya uang untuk dibelanjakan, (seperti) untuk membeli sejumlah motor, itu berarti perusahaan akan datang untuk membangun pabrik untuk investasi," jelasnya.
Namun, dalam memastikan masyarakat ini akan membelanjakan uangnya, Shubham kembali menyebutkan, mereka harus mempunyai pekerjaan bernilai tambah tinggi. Bagaimana menyediakan pekerjaan tersebut? Shubham menyebutkan, pekerjaan dapat tersedia jika volume investasi di Indonesia ditingkatkan, dan untuk itu perlu perbaikan infrastruktur dan regulasi bagi dunia bisnis.
Alasan yang sama pun ia gunakan untuk menjaga agar masyarakat kelas menengah dengan penghasilan 2-4 dollar AS ini tidak jatuh ke kelompok hampir miskin, bahkan miskin. (KOMPAS.com )
Kelas Menengah RI Akan Terbesar di Dunia
Written By KrokotNews on Jumat, 01 April 2011 | 05.38
Label:
keuangan


Posting Komentar