TEMPO Interaktif, Jakarta - Sekretaris Korporat Bank Mega, Gatot Aris Munandar, mengatakan Bank Mega telah memberhentikan pemimpin cabang Bank Mega di Jababeka. Pemberhentian tersebut dilakukan menyusul terbongkarnya kasus pembobolan dana dan pencucian uang di kantor cabang tersebut.
Gatot juga mengatakan bahwa pegawai Bank Mega yang terlibat dalam kejahatan tersebut telah diserahkan kepada polisi. Namun. ia tidak memerinci siapa-siapa saja pegawai tersebut.
“Oknum yang diduga terlibat sudah diamankan,” kata Gatot melalui surat edaran yang ia sebarkan pada Senin 9 Mei 2011.
Gatot menerangkan bahwa Bank Mega juga tengah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap transaksi-transaksi yang mencurigakan. “Setelah kejadian Elnusa, Bank Mega berinisiatif melakukan pemeriksaan,” ucap Gatot.
Menurut Gatot, kasus pencucian uang senilai Rp 80 miliar yang melibatkan dua pejabat Kabupaten Batubara, Sumatra Utara, yang belakangan terungkap, merupakan imbal dari hasil pemeriksaan Bank Mega.
“Atas pemeriksaan tersebut, Bank Mega menemukan transaksi keuangan dari Pemkab Batubara yang ditempatkan di deposit on-call senilai Rp 80 miliar,” ucapnya. Lebih lanjut Gatot mengatakan bahwa Bank Mega telah melaporkan kasus tersebut kepada Bank Indonesia.
Bank Mega saat ini tengah terbelit dua kasus. Kasus pertama, raibnya dana deposito senilai Rp 111 miliar milik PT Elnusa Tbk. Dana milik anak usaha Pertamina ini dibobol oleh Direktur Keuangan-nya, Santun Nainggolan, dengan bantuan Kepala Cabang Bank Mega Jababeka, Itman Hari Basuki. Keduanya kini mendekam di tahanan Kepolisian Daerah Metro Jakarta.
Kasus kedua, pencucian uang senilai Rp 80 miliar yang melibatkan dua pejabat Kabupaten Batubara, Sumatra Utara, Yos Rauke dan Fadil Kurniawan. Yos adalah Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten. Sementara, Fadil menjabat Bendahara Umum Daerah. Keduanya kini menjadi tersangka dan mendekam di Rumah Tahanan Salemba, Jakarta.
Khusus kasus pencucian uang, Gatot menduga hal tersebut terjadi karena adanya kerjasama personal antara pegawai dengan tersangka yang terlibat. “Karena ada kerjasama yang melibatkan person to person,” katanya.
Bank Mega Berhentikan Pemimpin Cabang Jababeka
Written By KrokotNews on Selasa, 10 Mei 2011 | 05.19
Label:
keuangan


Posting Komentar