TEMPO Interaktif, New York - Para penggemar kopi bersiaplah merogoh kocek lebih dalam. Harga kopi dunia mengalami kenaikan akibat pasokan dari Vietnam menurun.
Data organisasi kopi internasional menyebut secara keseluruhan tanaman kopi meningkat 8 persen tahun lalu. Tapi tahun ini beberapa eksportir utama, termasuk Indonesia, menderita gagal panen karena kekeringan, banjir, atau cuaca buruk lainnya, yang mempengaruhi harga.
"Eksportir kopi bahkan telah membatalkan pengiriman karena sulitnya mendapatkan pasokan akibat ketidakpastian panen," kata analis F.O. Licht dalam laporannya yang dikutip Bloomberg pekan lalu.
Selasa lalu, Starbucks Corp mengatakan akan menaikkan harga kopi kemasan di toko-toko dengan rata-rata 17 persen di Amerika Serikat dan 6 persen di Kanada. Kebijakan yang sama dilakukan Maison du Cafe, Cafe Pilao, Maxwell House, dan Peet's Coffee.
Harga kopi robusta di bursa NYSE LIFFE untuk pengiriman Juli 2011 naik menjadi US$ 2.543 per ton. Padahal pekan lalu harganya masih US$ 2.473 per ton.


Posting Komentar