TEMPO Interaktif, Sidoarjo - Serangan produk rumah tangga asal Cina tak menggoyahkan produsen lokal. Terbukti PT Maspion berhasil menguasai pasar peralatan rumah tangga yang total 70 persen produksinya untuk memenuhi pasar lokal. Selebihnya, dipasok untuk Amerika Serikat, Eropa dan Asia. "Pasar masih luas, produk Maxim dikenal luas," kata Vice GM Marketing Maspion Group Edwin Siswanto di Sidoarjo, Selasa 3 Mei 2011.
Edwin optimistis bisa menguasai pasar. Sedangkan saat ini produk Maxim dengan lapisan anti lengket Teflon telah digunakan 10 persen rumah tangga dari total sekitar 45 juta keluarga di Indonesia. Maxim memiliki 177 toko dan retailer di seluruh Nusantara untuk menunjang pemasarannya. Serta menggarap konsumen melalui komunitas BlackBerry Messenger dan FaceBook.
PT Maspion Teflon Division merupakan perusahaan di bawah bendera Maspion Group memproduksi peralatan masak anti lengket merek Maxim. Bekerja sama dengan PT DuPont Indonesia untuk lapisan anti lengket Teflon yang terjalin selama 24 tahun. Mempekerjakan 18 ribu pekerja, rata-rata produksi Maxim setiap bulan mencapai 700 ribu unit.
Business Development Manager Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Pilipina PT DuPont Chemicals & Fluoroproducts, Blansius H. Bajang menjelaskan, Maspion merupakan mitra utamanya dalam mengembangkan lapisan anti lengket Teflon di Indonesia. Sejauh ini, Maspion merupakan produsen terbesar kedua di Asia. "Sebagian besar rumah tangga tahu dan mengenal Maxim atau teflon," katanya.
Bansius mengklaim teflon aman bagi kesehatan karena telah menjalani pengujian secara ketat di Amerika dan Eropa. Dupont mengklaim produksi peralatan rumah tangga anti lengket teflon mencapai dua miliar dan didistribusikan ke seluruh dunia. Dupont menganggarkan dana sebanyak US$ 1,7 miliar untuk pengembangan dan riset produk, sebanyak 14 persen di antaranya untuk produk polymer.
PT Maspion Kebal Gempuran Produk Cina
Written By KrokotNews on Rabu, 04 Mei 2011 | 00.12
Label:
keuangan


Posting Komentar