Headlines News :
Home » » Serangan Hama Turunkan Produksi Padi

Serangan Hama Turunkan Produksi Padi

Written By KrokotNews on Kamis, 21 Juli 2011 | 21.29

SURABAYA, KOMPAS.com - Serangan hama yang meluas di Jawa Timur menurunkan produktivitas padi antara 15 20 persen per hektar. Jika serangan hama terus berlanjut, kondisi tersebut akan berdampak pada menurunnya produksi padi di Jawa Timur.
Ketua Kelompok Kerja Ahli Dewan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Nuhfil Hanani, di Surabaya, Kamis (21/7/2011), menuturkan, hama utama yang menganggu padi di Jawa Timur adalah wereng cokelat. Serangan wereng cokelat merata di semua kabupaten.
"Akibat serangan hama, tanaman yang puso sudah mencapai 25.000 hektar. Serangan wereng ini melejit pada Juni lalu, terutama di Bojonegoro, Lamongan, Ngawi dan Nganjuk," kata Nuhfil.
Menurut dia, serangan hama penganggu tanaman itu telah menurunkan produktivitas padi. Jika kondisi ini dibiarkan, ketahanan pangan di Jawa Timur maupun di tingkat nasional bisa terganggu. Sebab saat ini, stok beras di tempat-tempat penggilingan padi sudah menurun drastis.
Nuhfil menambahkan, stok beras di tempat penggilingan itu ikut memicu naiknya harga beras saat ini. Berdasarkan pemantauan, dua hari lalu harga beras kualitas medium di Surabaya mencapai Rp 7.800 per kilogram.
"Mendekati bulan Ramadhan dan hari raya Lebaran, harga beras akan terus merangkak naik. Kalau tidak ada intervensi, menjelang lebaran harga bisa terus naik karena setiap tahun trennya seperti itu," tambah Nuhfil.
Guna mengatasi kondisi tersebut, siklus hama harus diputus. Pola tanam padi harus diatur, antara lain dengan membatasi penanaman padi di daerah yang tidak terserang hama pada musim kering 2 (Juli September). Selain itu, diperlukan serakan massal dan serentak untuk mengendalikan serangan wereng cokelat dengan insektisida.
Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, menambahkan, produksi dan stok beras harus benar-benar diperhatikan. Sampai dengan Juli 2011, produksi beras Jawa Timur baru mencapai 9,6 juta ton atau lebih rendah dari target produksi yang mencapai 12 juta ton. Stok beras lokal yang dimiliki Bulog hanya mampu memenuhi kebutuhan hingga 3 bulan ke depan.
"Memang ada beras impor di Bulog, tetapi itu masih disegel, belum boleh dikeluarkan karena malah akan menganggu produksi beras Jatim," katanya.
Melihat kondisi itu, Soekarwo meminta bupati dan wali kota untuk segara membangun sistem pengendailan hama di wilayahnya masing-masing. 
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Krokotnews - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger