Headlines News :
Home » » Transaksi Melalui ATM Tembus Rp 6 Triliun Per Hari

Transaksi Melalui ATM Tembus Rp 6 Triliun Per Hari

Written By KrokotNews on Senin, 17 Oktober 2011 | 04.55

Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan transaksi melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM) hingga Agustus 2011 mencapai Rp 6,6 triliun per hari. Bank sentral mencatat jumlah kartu yang beredar mencapai 59,5 juta kartu.

Demikian disampaikan oleh Direktur Direktorat Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Ronald Waas dalam penjelasannya kepada detikFinance di Jakarta, Minggu (16/10/2011).

"Transaksi nilai kecil Sistem Kliring Nasional BI (SKNBI) secara nominal lebih besar, yakni sebesar Rp 7,9 triliun per hari, sedangkan transaksi dengan ATM maupun Debet mencapai 6 juta transaksi per hari," jelas Ronald.

Ronald juga menyampaikan rata-rata harian transaksi real time gross settlement (RTGS) selama 2011 hingga September sebesar Rp 250 triliun per hari dengan 64.000 transaksi, sedangkan rata-rata harian transaksi scripless secuties settlement system (SSSS) sebanyak 504 transaksi dengan nominal sebesar Rp 62,8 triliun.

"Sementara itu terkait transaksi dengan uang elektronik atau e-money pada Agustus 2011 mencapai Rp 2,5 miliar per hari dengan 102 ribu transaksi," tuturnya.

Bank Harus Siap Migrasi Kartu Debet ke Chip

Ronald menambahkan BI siap mengeluarkan kebijakan yang mewajibkan standarisasi migrasi kartu ATM dan debet dari magnetic stripe menjadi berbasis chip paling lambat awal bulan depan. Sebelum 31 Desember 2015 bank diwajibkan untuk menyelesaikan migrasi kartu ATM dan debet.

"Jadi bank harus mulai bersiap dari saat ini," tuturnya.

Ronald menambahkan bank sentral juga mewajibkan ATM dan debet dilengkapi dengan Personal Identification Number (PIN) minimal 6 digit. "Penggunaan PIN merupakan autentikasi pengganti tanda tangan yang pernah digunakan pada sebagian kartu debet," kata dia.

Selama ini, sambung Ronald masih ada kartu ATM dan debet yang belum menggunakan PIN dalam bertransaksi pembayaran non cash di merchant. Dalam implementasi migrasi kartu ATM dan debet BI membebaskan masing-masing bank apakah akan mebebankan dana penggantian kartu ke nasabah atau tidak.

"Hal tersebut merupakan kompetisi dari bank. Kalau bank A yang membebankan biaya ke nasabah, sedangkan bank B gratis maka nasabah dari bank A bisa pindah ke bank B," ujarnya. (http://finance.detik.com)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Krokotnews - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger