BALIKPAPAN, KOMPAS.com - Tim SAR Gabungan terus mencari korban insiden robohnya jembatan Kutai Kartanegara hingga, Minggu (27/11/2011) sore. Upaya penyelaman dan menyisir di lokasi sekitar Sungai Mahakam terus dilakukan.
Salah satu Tim SAR yang turun berasal dari Direktorat Polair Polda Kaltim. Ditpolair telah mengirim dua kapal patroli tipe C3 dan dua perahu karet. Pencarian juga ditunjang dengan tujuh orang anggota SAR termasuk di antaranya empat penyelam. Selain itu ada dua personil siap membantu di lokasi kejadian.
Namun usaha pencarian korban ini ternyata tidak mudah, khususnya bagi para penyelam. Mereka harus menghadapi kondisi sungai dengan air keruh. Kedalaman sungai yang mencapai 50 meter turut menyulitkan tim evakuasi bencana. Jarak pandang di dalam air sangat terbatas ketika penyelam masuk mencapai kedalaman 20 meter di bawah permukaan air.
"Pandangan menjadi nol saat mencapai 20 meter kedalaman sehingga kami memutuskan untuk menarik kembali penyelam," ujar Direktur Ditpolair Polda Kaltim Kombes Pol Sukadji di lokasi kejadian, Minggu.
Seluruh tim SAR hari ini masih berkonsentrasi melakukan pencarian di lokasi robohnya jembatan. Sebab diperkirakan banyaknya kendaraan berada di atasnya saat jembatan roboh. Menurut saksi mata, bahkan terdapat satu unit bus ikut tercebur di sungai. Diperkirakan kendaraan yang tenggelam tidak jauh dari lokasi jembatan.
"Diperkirakan kendaraan itu hanyut bersama jembatan, jadi kami belum menyisir jauh dari lokasi jatuhnya jembatan untuk mencari korban," katanya.
Mengenai kesulitan tim SAR menyelam sampai dasar, bala bantuan dengan peralatan canggih sedang diusahakan oleh semua pihak yang membantu evakuasi bencana. Salah satu yang dibutuhkan adalah lampu sorot untuk membantu penyelam melihat di dalam air yang keruh. "Perlu peralatan canggih agar penyelam bisa melihat sampai dasar," imbuh Sukadji.
Pandangan Tim Evakuasi Terhalang di Kedalaman 20 Meter
Written By KrokotNews on Minggu, 27 November 2011 | 21.22
Label:
breakingnews,
feature


Posting Komentar