Hal itu diakibatkan sejumlah sungai yang melewati Kabupaten Brebes meluap dan di sejumlah titik tanggul jebol.
Yakni, Sungai Kabuyutan di Kecamatan Kersana serta Banjarharjo, Sungai Bancang di Kecamatan Losari, Sungai Tanjung dan Sungai Ciapit di Kecamatan Tanjung. Akibat kejadian itu, 45.926 jiwa rumahnya terendam. Ribuan jiwa di antaranya terpaksa diungsikan karena rumahnya terendam air setinggi 1-1,5 meter, sehingga tak bisa ditempati.
Banyak warga yang terjebak banjir. Mereka dievakuasi oleh tim gabungan dari SAR, TNI, polisi, dan PMI. Mereka yang mengungsi ditempatkan di kantor balai desa, sekolah, dan masjid. Selain rumah, banjir juga menggenangi sejumlah fasilitas umum. Di antaranya, puskesmas, UPTD Dinas Pendidikan, sejumlah SD, SMP, SMA, kantor desa, mushala, dan tempat pemakaman umum (TPU).
Ribuan hektare lahan pertanian dan tambak warga juga menjadi korban. Lahan yang mayoritas di tanami bawang merah itu berubah menjadi lautan. Akibatnya, petani gagal panen. Tak hanya itu, luapan air juga merendam jalur pantura dengan ketinggian sekitar 50 cm. Tepatnya, di jalur pantura Kecamatan Tanjung.
Jalan sepanjang sekitar 1,5 km terendam dan mengakibatkan arus lalu lintas tersendat. Antrean kendaraan memanjang hingga beberapa kilometer, baik dari arah Jakarta ke Tegal atau sebaliknya. Hingga Minggu siang, banjir masih menggenangi belasan desa tersebut.

Posting Komentar