Bank Indonesia menurunkan BI rate jadi 5,75 persen. Kendati begitu, hal ini tidak sampai menurunkan bunga pinjaman bank.
Hal tersebut dikatakan pengamat ekonomi Sumatera Utara, Jhon Tafbu Ritonga. Tetapi, kata dia, inflasi terlalu rendah juga tidak bagus untuk perekonomian, pemerintah juga memang harusi-hati-hati menangani inflasi.
"Ada yang salah dalam menilai BI rate, dimana dinilai analog dengan suku bunga bank. Padahal suka bunga perbankan sangat tergantung dengan inflasi dan termasuk keinginan pemilik saham dan dana," katanya, di Medan Sabtu (11/2).
Meski BI rate tinggal 5,75 persen setelah turun 25 basis poin, Kamis lalu, perbankan tidak bisa langsung menurunkan suku bunga pinjamannya. Apalagi penurunan suku bunga diminta dengan persentase besar atau tidak jauh dari besaran BI rate yang 5.75 persen.
"Sangat tidak mungkin, apalagi inflasi yang dewasa ini sekitar enam persen masih dinilai tinggi meski trennya terus menurun," katanya.
Kalau inflasi enam persen, tidak mungkin penabung mau simpanannya di bank juga enam persen atau hanya lebih tinggi sedikit. "Pemerintah harus bisa menekan inflasi lagi baru perbankan bisa menekan lebih rendah lagi suku bunga sesuai keinginan pengusaha," katanya. (suaramerdeka.com)
Penurunan BI Rate Tidak Turunkan Bunga Pinjaman Bank
Written By KrokotNews on Minggu, 12 Februari 2012 | 16.30
Label:
keuangan

Posting Komentar