Jakarta (ANTARA
News) - Seorang pengusaha nasional mengatakan Indonesia jauh dari
kriteria menuju negara gagal karena indikator-indikator termasuk
indikator ekonomi tidak menunjukkan Indonesia menuju ke arah terpuruk.
"Sangat tidak setuju," kata, Oesman Sapta, pemilik OSO Group di sela "Pemred Gathering",
di Jakarta, Jumat, menanggapi hasil survei dari The Fund for Peace
(FFP) yang diumumkan di Washington, Amerika Serikat, beberapa waktu
lalu, yang menempatkan Indonesia berada peringkat ke-63 dari 178 negara
berdasarkan indeks negara gagal.
Oesman mengatakan bahwa justru Indonesia menunjukkan berbagai
kemajuan-kemajuan dan terus berkembang yang tidak bisa dicapai oleh
negara lain.
Untuk itu, dia meminta agar masyarakat tidak terlalu mengkhawatirkan hasil survei tersebut.
Meski demikian, Oesman juga meminta pemerintah terus berupaya agar
hal yang telah dicapai dapat terus dipertahankan dan terus ditingkatkan.
Misalnya, Indonesia harus mampu dari hanya memproduksi dan
mengekspor barang mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi.
Dengan demikian, lanjut dia, Indonesia dan masyarakatnya akan
mendapatkan nilai tambah.
Sebelumnya, Ketua Departemen Keuangan Partai Demokrat Muhammad
Ikhsan Modjo juga mengimbau masyarakat Indonesia untuk tidak perlu
menanggapi serius apalagi membesar-besarkan publikasi pemeringkatan
Indonesia sebagai negara gagal.
"Pemeringkatan Indonesia sebagai negara hampir gagal itu tidak
akurat dan metodologinya dipertanyakan," kata Muhammad Ikhsan Modjo.
Faktanya, perekonomian Indonesia terus tumbuh dan Indonesia masuk ke
dalam 20 negara maju atau G20 dari pendeketakan pertumbuhan ekonomi,
katanya.
Bahkan, kata dia, pada saat terjadi krisis global di Amerika Serikat
pascatahun 2008 yang berdampak ke Eropa, negara Indonesia tidak
terpengaruh.
"Pada saat itu, di Asia hanya tiga negara yang pertumbuhan
ekonominya tetap positif, yakni China, India, dan Indonesia," katanya.
Sementara Sekretaris Kabinet Dipo Alam survei itu perlu ditelaah
secara cermat dan objektif sehingga semua pihak tidak dengan mudah
mengonfirmasi bahwa Indonesia memang negara gagal.
Dipo Alam mengatakan bahwa pandangan objektif itu dapat dilakukan
dengan melihat sejumlah kenyataan bahwa ada perbaikan ekonomi
dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dan juga peningkatan peran Indonesia
di kancah politik internasional.
Pengusaha: Indonesia jauh dari negara gagal
Written By KrokotNews on Sabtu, 30 Juni 2012 | 04.15
Label:
keuangan


Posting Komentar