SRAGEN--Balai Pelestarian Situs Manusia Purba
(BPSMP) Sangiran menunggu aksi Pemerintah Kabupaten Sragen untuk
pembebasan lahan pengembangan museum. Karena hasil survei dan penentuan
lokasi pembangunan klaster oleh BPSMP Sangiran sudah diserahkan sejak
lama.
Kepala Seksi Pemanfaatan BPSMP Sangiran, Sukron Edi, menjelaskan
pihaknya yang bertugas untuk melakukan survei dan menentukan lokasi
sudah lama melaporkan hasilnya kepada pemkab. “Kami sudah laporkan hasil
tugas kami, jadi sekarang kami menunggu tindak lanjut dari pemkab untuk
membebaskan lahan,” jelasnya ketika dihubungi Solopos.com, Senin
(2/7/2012).
Sukron mengaku koordinasi yang dilakukan dengan pemkab sesuai dengan
tugas masing-masing stakeholders yang bertanggungjawab dalam
pengembangan dan pembangunan klaster Bukuran dan Ngebung. “Pemkab bilang
kalau semuanya masih dalam proses,” paparnya.
Klaster pengembangan Museum Sangiran selanjutnya berada di Desa
Bukuran dan Ngebung, Kalijambe Sragen. Masing-masing klaster akan
membutuhkan satu hektar lahan yang akan dibangun menjadi museum.
“Konsepnya sama seperti klaster inti di Krikilan hanya ukurannya
lebih kecil dan tematik. Nanti akan ada ruang display, perpustakaan,
laboratorium dan kantor,” paparnya. (solopos.com)
BPSMP SANGIRAN Tunggu Aksi Pembebasan Lahan Pemkab
Written By KrokotNews on Selasa, 03 Juli 2012 | 05.19
Label:
sragen


Posting Komentar