Jakarta - Terjadi kenaikan cukup
tinggi untuk komoditas kendaraan dan bagiannya untuk bulan Mei 2012 ini
berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Hal inilah yang menggenjot
nilai impor pada bulan tersebut.
"Mau lebaran, orang
ingin ganti mobil. Ini terlihat dari dari beberapa negara menunjukkan
naik untuk komoditas itu, seperti Jerman, Thailand, Jepang, ada juga spare part-nya," ujar Direktur Statistik Distribusi BPS Satwiko Darmesto di Jakarta, Selasa (3/7/2012).
Berdasarkan
data BPS, impor bulan Mei untuk kendaraan dan bagiannya dari Amerika
Serikat naik sebesar 269,88% dibandingkan bulan April 2012. Nilainya
meningkat dari US$ 14,65 juta menjadi US$ 54,2 juta. Sehingga, total
Januari-Mei mencapai US$ 175,8 juta. Sementara itu, impor kendaraan dan
bagiannya dari Inggris naik 114,58% dari US$ 16,6 juta pada bulan April
menjadi US$ 35,5 juta, sehingga total dalam 5 bulan mencapai US$ 113,6
juta.
Sementara itu, impor kendaraan asal Thailand pada
bulan Mei juga meningkat 44% dibandingkan April dari US$ 212,7 juta
menjadi US$ 307,8 juta, sehingga total impor tahun ini mencapai US$ 1,16
miliar. Begitu juga dengan impor kendaraan asal Singapura yang
meningkat 35,37% dari US$ 25,1 juta menjadi US$ 33,9 juta sehingga total
impor kendaraan dalam 5 bulan tahun 2012 dari negeri Jiran tersebut
mencapai US$ 150 juta.
Impor kendaraan dari negara Taiwan juga
mengalami peningkatan pada bulan Mei 2012 sebesar 21,32 persen
dibandingkan bulan sebelumnya. Jumlah tersebut meningkat dari US$ 7,8
juta menjadi US $9,4 juta. Dengan demikian, total nilai impor kendaraan
dari negara tersebut mencapai US$ 38,6 juta. Impor kendaraan dan
bagiannya dari Jerman pun meningkat tipis, 9,03 persen dibandingkan
bulan sebelumnya, atau dari US$ 38,6 juta menjadi US$ 42,1 juta,
sehingga total 5 bulan mencapai US$ 175,7 juta.
Namun, ada juga
impor kendaraan dari beberapa negara yang mengalami penurunan pada bulan
Mei ini, seperti impor dari India yang turun 40,1% dari US$ 57 juta
menjadi US$ 34,2 juta, sehingga total dalam 5 bulan mencapai US$ 196,1
juta. Kemudian impor kendaraan dari Malaysia yang turun 29,53% dari US$
16,5 juta menjadi US$ 11,6 juta, sehingga total impor sepanjang tahun
mencapai US$ 71,8 juta.
Impor kendaraan dan bagiannya dari China
pun mengalami penurunan tipis yaitu 11,45 persen dari US$ 64,4 juta pada
bulan April menjadi US$ 57 juta pada bulan Mei, sehingga total impornya
mencapai US$ 270,6 juta dalam 5 bulan. Begitupun dengan impor dari
Jepang yang menurun sedikit, 3,81% dari US$ 263,9 juta menjadi US$ 253,8
juta, sehingga total impor Januari hingga Mei mencapai US$ 1,24 miliar. (finance.detik.com)


Posting Komentar