Tragisnya, peristiwa itu terjadi saat korban tengah dalam perjalanan untuk membayar zakat fitrah berupa beras di sekolahnya.
Anak ketiga dari empat bersaudara itu tak mengenakan seragam saat pergi ke sekolah. Dia mengendarai motor Suzuki Shogun warna merah berpelat nomor B 6645 QW. Korban berjalan dari arah Ngawi ke Sragen Kota melalui Jl Raya Sragen-Ngawi. Sesampainya di pertigaan Paldaplang, Desa Kebonromo, Ngrampal, korban berhenti karena traffic light menunjukkan lampu merah.
“Posisi korban berada di luar badan jalan. Di samping kanannya juga berhenti truk tronton beroda 10. Saat lampu menunjuk warna hijau, korban berusaha mendahului truk itu. Namun saat hendak naik ke badan jalan, tiba-tiba roda depan motor korban tergelincir dan korban terjatuh ke badan jalan tepat berada di antara roda depan dan roda belakang truk. Sontak korban tak bisa menghindar, hingga akhirnya tubuh korban remuk terlindar roda truk,” ujar Agus, 35, pakdhe korban saat dijumpai Solopos.com, Sabtu, ketika menunggui jenazah keponakannya di kamar mayat.
Dia tidak mengira bila korban bergitu cepat meninggalkan keluarganya. Korban dikenal saudara dan warga Lemahbang sebagai anak pendiam. Dia belajar mengendarai motor sejak masih duduk di Kelas VI SD. “Kemarin [Jumat, 8/8] saja, anak itu masih ikut kerja bakti memasang umbul-umbul untuk peringatan HUT [hari ulang tahun] kemerdekaan RI. Tapi keesokan hari justru meninggal dunia. Kedua orangtua korban yang juga adik saya tidak sanggup untuk ikut ke RSUD ini,” ujar Agus didampingi dua orang saudaranya.
Beras seberat 2,5 kg untuk zakat fitrah masih terbungkus plastik kresek hitam diletakkan di depan pintu masuk kamar mayat itu. Di samping beras itu, ada plastik hitam lain dengan ukuran agak besar berisi pakaian korban.
Tim Satuan Lalu lintas Polres Sragen langsung melakukan identifikasi di lokasi kejadian setelah mendapat laporan. Untuk penanganan kasus lebih lanjut, sopir truk tronton berpelat nomor N 9981 TB, Sunarto, warga Pasuruan, Jawa Timur, masih dimintai keterangan tim Satlantas yang dipimpin Kanit Laka Iptu Ali Ma’mun. “Kecelakaan lalu lintas di Paldaplang itu merupakan tabrak samping sekitar pukul 07.00 WIB yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” terang Kasatlantas AKP Bambang Sumantri, mewakili Kapolres Sragen, AKBP Susetio Cahyadi, saat dihubungiSolopos.com.


Posting Komentar