Api di liang besar itu tak kunjung padam, meski 41 tahun telah berlalu. Semua bermula di tahun 1971, saat seorang geolog Uni Soviet memimpin pengeboran di tengah Gurun Karakum, Turkmenistan. Dia menemukan suatu gua bawah tanah yang menyimpan gas alam dalam jumlah yang masif.
Tanah pun akhirnya runtuh, seluruh rig pengeboran masuk ke dalamnya. Lalu terbentuklah lubang berdiameter 70 meter.
Keputusan untuk membakar lubang itu, untuk melepas gas methane beracun, ternyata tidak tepat. Gas yang diperkirakan akan habis terbakar selama beberapa hari, masih membara hingga kini.
Kawah yang terbakar pun menciptakan cahaya yang dapat dilihat untuk mil di sekitar Derweze. Menjadi pemandangan menarik terutama di malam hari. Orang lokal menyebutnya,"The Door to Hell", "Gerbang Neraka".
Situs itu pun akhirnya mendunia, membuat negara pecahan Uni Soviet itu makin dikenal. Wisatawan berdatangan.
Namun, pengunjung yang datang untuk melihat hanya bisa menghabiskan rata-rata sekitar 5 menit di sekitar lokasi karena gas methane berbahaya yang berhembus dari lubang itu.
Pada April 2012, Presiden Gurbanguly Berdimuhamedow mengunjungi situs tersebut, memerintahkan agar lubang itu ditutup. Dengan alasan, "anomali itu" telah menghambat pengembangan industri eksplorasi bawah tanah di Karakum. Namun sampai saat ini belum terealisasi. Saksikan video pemadangan "Gerbang Neraka" kala malam di tautan ini. (vivanews.com)
Api Membara 41 Tahun di "Gerbang Neraka"
Written By KrokotNews on Jumat, 14 September 2012 | 05.16
Label:
liputan


Posting Komentar