Headlines News :
Home » , » Gurame Bakar Andheng-Andheng, Cita Rasa Jawa Timuran

Gurame Bakar Andheng-Andheng, Cita Rasa Jawa Timuran

Written By KrokotNews on Senin, 03 September 2012 | 00.41


MENYANTAP ikan gurame bakar di sebuah tempat terbuka beratapkan ilalang dengan ornamen seluruhnya berasal dari kayu dan  anyaman bambu serta semilir angin, membuat masakan terasa semakin nikmat. Ditambah paduan pedasnya sambal bledheg dari cabai rawit setan, gurame bakar khas Warung Andheng-Andheng di Jalan Tirto Agung No 99 Tembalang Semarang ini menjadi makin nyamleng saja.
Di pemancingan dan lesehan yang berlokasi di Banyumanik sebelah selatan pintu tol Semarang-Ungaran ini, menu gurame bakar memang paling banyak dipesan. Selain gurame, berbagai olahan seafood seperti kepiting, udang, kerang dan cumi-cumi juga bisa dipesan.
Ikan gurame sendiri diolah dalam kondisi fresh atau masih hidup saat dikirimkan oleh supplier lalu dibersihkan dan dicampur olesan bumbu pertama seperti bumbu kuning, bawang putih, bawang merah, kunyit, laos, jahe, serai, dan daun jeruk. Menurut Chef Prasetyo Nugroho, setelah diolesi bumbu ikan lalu digoreng sebentar.
Gurame tidak langsung dibakar tetapi digoreng terlebih dulu untuk menjaga tingkat kematangannya. Terkadang jika langsung dibakar, seringkali belum matang dengan sempurna. Sebelum dibakar inilah, gurame yang sudah digoreng diolesi dengan bumbu kedua yang sudah dicampurkan seperti kecap, jahe, serai, ketumbar, serai, bawang, gula jawa dan daun jeruk.
Sejak berdiri 1,5 tahun lalu, Warung Andheng-Andheng yang juga bisa ditemui di Jalan Bandungan-Gedongsongo KM 2,5 Kabupaten Semarang ini cukup ramai dikunjungi. Restoran yang bisa menampung hingga 500 pengunjung ini menjadi alternatif kuliner di wilayah Semarang atas.
Tongkrongan Mahasiswa
Selain sajian menu sangat variatif dan olahan makanan bercita rasa jawa timuran yang cenderung lebih spicy atau pedas, berbagai fasilitas juga cukup diminati. Fasilitas wifi internet hotspot yang bisa diakses secara gratis dan juga colokan yang ada di setiap meja semakin memudahkan para tamu jika ingin berselancar di dunia maya. Pengunjung bisa memilih untuk makan di lantai bawah ataupun atas dan menikmati karaoke ataupun live music gratis.
Kebanyakan pengunjung di hari-hari biasa lebih banyak didominasi kalangan mahasiswa karena lokasinya yang tak jauh dari kampus Undip dan Politeknik di Tembalang. Sisanya berasal dari golongan karyawan dan keluarga yang biasanya datang beramai-ramai untuk menikmati masakan yang diolah khas jawa timuran ini.
Olahan lain yang juga cukup digemari adalah nasi ayam pandaan yang kaya akan rempah dan rujak cingur. Gurame bakar di warung ini hanya dipatok Rp 7.500. Biasanya ukuran gurame paling besar sekitar 1,2 kilogram tetapi rata-rata antara 600 gram-800 gram per ekornya. Setiap harinya rata-rata, restoran ini bisa mengolah lebih dari 40 kilogram gurame.
Marketing Manager Warung Andheng-Andheng, Arif Wicaksono, ratusan menu yang ada ini memang lebih condong bercitarasa jawa timuran karena founder restoran Apriyanto tersebut merupakan warga Surabaya. Nama Andheng-Andheng ini dipilihkan oleh ibunda Apriyanto karena anaknya memiliki tanda tersebut di wajahnya. Sempat berawal dari sebuah gerobak di Surabaya dan membuka warung di beberapa lokasi di Semarang, namun hanya di Tembalang dan Bandungan inilah, restoran yang sekaligus pemancingan tersebut masih eksis hingga saat ini.(suaramerdeka.com)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Krokotnews - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger