Headlines News :

Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan

Sragen : Surga Petualang di Kedung Ombo

Waduk Kedung Ombo merupakan bendungan raksasa seluas 6.576 hektar yang areanya mencakup sebagian wilayah di tiga Kabupaten, yaitu; Sragen, Boyolali, dan Grobogan. Waduk yang membendung lima sungai itu terdiri dari wilayah perairan seluas 2.830 hektar dan 3.746 hektar lahan yang tidak tergenang air.
Lokasi obyek wisata Waduk Kedung Ombo yang menjadi andalan Sragen terletak di Kecamatan Sumberlawang, sekitar 30 km dari pusat kota. Selain disuguhi pemandangan nan indah, para pengunjung Waduk Kedung Ombo bisa menikmati wisata air, menumpang perahu motor bertualang mengunjungi pulau-pulau yang bermunculan di tengah waduk. Anda penyuka ikan bakar atau hobi mengail ikan? Jangan khawatir, di Waduk Kedung Ombo juga tersedia tempat pemancingan sekaligus warung yang menjajakan aneka makanan olahan berbahan ikan. Begitu turun dari kendaraan di area parkir, aroma wangi ikan yang dibakar atau digoreng langsung menyergap, mengundang selera makan.
Di kawasan Waduk Kedung Ombo, tepatnya di desa Ngargotirto, telah dibangun arena pacuan kuda dengan lintasan sepanjang 600 meter. Arena pacuan kuda yang diberi nama Nyi Ageng Serang itu merupakan miniatur dari lapangan pacuan kuda Pulo Mas Jakarta. Pada bulan Desember 2006 silam di lokasi tersebut dilangsungkan kejuaraan pacuan kuda tingkat nasional memperebutkan piala Gubernur Jawa Tengah.
Potensi pengembangan obyek wisata adalah memperbanyak homestay yang menyatu dengan rumah penduduk, sehingga para wisatawan dapat tinggal lebih lama di kawasan Waduk Kedung Ombo. Adanya homestay membuat wisatawan dapat melihat dari dekat kehidupan sehari-hari masyarakat, dan bahkan menjalani kehidupan seperti penduduk lokal, selang beberapa waktu.Investasi juga dapat ditanam di sektor perikanan darat dengan metode karamba dan dilengkapi restoran apung. Di bantaran seputar waduk, cocok untuk mengembangkan usaha agrobisnis buah-buahan dan sayur mayur. Selain dekat dengan sumber air yang diambil dari waduk, kualitas air waduk juga bersih dari polutan.Bila tak ingin setengah-setengah menerjuni bisnis pariwisata, investor bisa mengembangkan kompleks wisata terpadu di Kedung Ombo. Investor dapat memanfaatkan obyek wisata air, karamba serta restoran apung, dan arena pacuan kuda yang sudah tersedia, sembari membangun wisata agrobisnis, taman safari, lapangan golf, dan juga kereta gantung untuk menikmati pemandangan kompleks Kedungombo dari ketinggian. Bila kompleks wisata terpadu ini terwujud, pengunjung pasti akan memperoleh petualangan mengesankan, unik, dan dirindukan.

Kompleks Pacuan Kuda Nyi Ageng Serang
Asyiknya Berkuda di Pedesaan Tropis


Arena pacuan kuda Nyi Ageng Serang terletak di Desa Ngargotirto, Kecamatan Sumberlawang. Lintasan sepanjang 600 meter itu hanya berjarak 1,5 kilometer dari tepian waduk Kedung Ombo.
Akses menuju lintasan pacuan kuda Nyi Ageng Serang relatif mudah. Arena pacuan kuda itu berjarak 30 kilometer dari pusat kota Kabupaten Sragen dan dapat ditempuh selama 40 menit dengan mengendarai mobil. Dari Semarang, pungunjung dapat melewati jalur alternatif Salatiga-Karanggede-Gemolong-Sumberlawang. Dari Surakarta (Solo), pengunjung dapat mengambil rute Solo-Purwodadi dan berbelok ke barat ketika memasuki daerah Sumberlawang. Lokasi pacuan Kuda berada lima kilometer dari jalan raya Solo-Purwodadi.


Keberadaan arena pacuan kuda di Ngasinan membawa perubahan pada wajah desa. Jalan hotmix sepanjang lima kilometer kini membelah dari pusat Kecamatan Sumberlawang hingga ke pedesaan. Memudahkan arus transportasi dan perdagangan. Penerangan jalan dan fasilitas air bersih kini tersedia dalam jumlah dan kualitas yang memadai.

Wisata ke Masa Lalu di Kota Tua, Jakarta

Jakarta - Akhir pekan adalah saat yang tepat untuk berlibur. Jika tak ada waktu liburan ke luar kota, dalam kota pun masih banyak memiliki destinasi menarik. Salah satunya, Kawasan Kota Tua di Jakarta Utara. Serasa tertarik ke masa lalu!

Kompleks museum dan bangunan tua berkumpul di area seluas 1,3 km persegi. Menurut Kepala Kantor Pengelola Kota Tua, Ghatut, dulunya bangunan di sini dibangun semirip mungkin dengan bangunan Belanda untuk mengobati rasa rindu para orang Belanda yang sedang menjajah di Batavia.

Bertahun setelah kemerdekaan, kawasan ini dijadikan cagar budaya karena nilai dan bentuk bangunannya yang merupakan sisa masa lalu. Karena keunikannya inilah, banyak wisatawan yang datang dan menghabiskan liburan di sini.

Museum yang wajib didatangi saat berlibur ke sana adalah Museum Sejarah Jakarta atau yang lebih dikenal dengan Museum Fatahilah. Arsitekturnya mirip dengan Istana Dam di Amsterdam, Belanda. Di dalam museum seluas 1.300 meter persegi ini Anda bisa menyaksikan ruang pengadilan dan ruang-ruang bawah tanah yang dulu pernah dipakai sebagai penjara.

Lapangan besar di depannya juga jadi area bermain bagi banyak wisatawan. Mulai dari naik sepeda onthel sampai piknik santai di bawah pohon rindangnya. Tak jauh dari Museum Fatahilah, ada Museum Wayang.

Museum yang sudah beberapa kali direnovasi ini tetap memiliki nafas kuno yang akan menghipnotis Anda. Tunggu sampai mengunjungi taman belakangnya yang berisi belasan prasasti nisan milik orang Belanda. Bisa-bisa Anda merasa sedang di rumah kuno Belanda.

Bangunan-bangunan yang ada di sini sungguh akan membuat Anda serasa di masa lampau. Sepeda onthel, jendela-jendela kuno, genting bangunan dengan menara kecil di ujungnya, semua semakin menguatkan suasana masa lalu. Yuk ke Kota Tua akhir pekan ini!

Sragen : Obyek Wisata Bayanan


Gejala-gejala vulkanisme seperti gempa bumi, sumber air panas, gas beracun, dan berbagai bahan mineral banyak terdapat di daerah vulkanis, seperti di Indonesia maupun di negara lain yang dilalui deretan gunung berapi (Mediterania). Kabupaten Sragen yang letaknya jauh dari jalur gunung berapi memiliki Sumber Air Panas Alam yang keluar dari dalam bumi dan terletak + 2 meter di atas sungai yang berada di sebelahnya. Sumber air panas tersebut terdapat di Dusun Bayanan.

Pemandian Air Panas Bayanan merupakan salah satu daerah tujuan wisata minat khusus yang dimiliki oleh Kabupaten Sragen, dalam hal ini adalah untuk wisata kesehatan ( health tourism ) yang dipadukan dengan daya tarik wisata alam atau ekowisata.
Menurut cerita yang berkembang di tengah masyarakat, air panas Bayanan dianggap memiliki banyak khasiat dalam menyembuhkan berbagai penyakit, seperti : rematik, gatal-gatal, dan penyakit lainnya. Sehingga oleh orang terdahulu sumber air panas itu dinamakan “Hyang Tirto Nirmolo”.
Ternyata kebenarannya terbukti sehingga banyak pengunjung berdatangan untuk membuktikan khasiatnya. Selain bisa menyembuhkan berbagai penyakit di atas, air panas tersebut dipercaya juga bisa menurunkan kadar kolesterol dalam darah, memulihkan kebugaran tubuh, meningkatkan vitalitas tubuh, memelihara kesegaran sendi–sendi dan otot, menghilangkan capek-capek, dan membuat awet muda.
 
 Selain sebagai wisata kesehatan karena khasiat yang dimiliki oleh air panas ini dalam menyembuhkan berbagai penyakit, Pemandian Air Panas Bayanan juga memiliki daya tarik wisata alam (ekowisata). Suasana alam pedesaan yang masih alami dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berasal dari kota. Para wisatawan bisa melakukan kegiatan menjelajah ( tracking ) maupun berkemah (camping ) di hutan karet yang berada tidak jauh dari lokasi pemandian tersebut dan di kawasan bukit yang mengitari PAP Bayanan.
Pada saat-saat tertentu, misalnya menjelang Bulan Puasa dan Lebaran, di objek wisata ini sering diselenggarakan kegiatan seni budaya, misalnya pentas dangdut maupun campursari.
Pemandian Air Panas Bayanan ini terletak tepat di sebelah tenggara ibukota Kabupaten Sragen yaitu di Dusun Bayanan, Desa Jambeyan, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen.
Secara geografis, Pemandian Air Panas Bayanan terletak sekitar 17 km di sebelah tenggara ibukota Kabupaten Sragen. Jarak tersebut bisa dicapai dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun dengan angkutan umum. Dari pusat kota Sragen dapat ditempuh dengan Angkudes jurusan Bayanan – Sambirejo dengan rute : Sragen – Ngarum – Blimbing – Bayanan pp.
 
Jalur yang dapat dilewati :  
Jalur 1 :
Jalur 2 :
Jalur 3 :
Jalur 4 :
Jalur 5 :
Jalur 6 : 
Sragen ­­– Ngarum – Sambirejo – Sambi – Bayanan
Banaran – Gondang – Sambi – Bayanan
Masaran – Jambangan – Batu Jamus – Kerjo – Sambirejo – Sambi Bayanan
Karanganyar – Mojogedang – Batu Jamus – Kerjo – Sambirejo – Sambi – Bayanan
Magetan – Jogorogo – Ngrambe – Sine – Winong – Sambi – Bayanan
Karangpandan – Ngargoyoso – Jenawi – Sambirejo – Sambi – Bayanan
 
 
Sarana dan prasarana pendukung pariwisata yang tersedia di Pemandian Air Panas Bayanan cukup memadai. Fasilitas-fasilitas umum yang tersedia di objek wisata ini antara lain WC umum, kamar mandi air panas, ruang ganti pakaian, jalan setapak, warung makan, tempat penginapan, toko kelontong, tempat parkir yang memadai, taman bermain anak, kolam renang, hutan wisata, ruang informasi, dan mushola.
Kondisi prasarana jalan menuju ke ODTW Pemandian Air Panas Bayanan cukup baik berupa jalan aspal selebar ± 4 m . Lokasi objek wisata ini dapat dicapai melalui enam jalur yang berbeda.


Fasilitas Pengunjung : 

Fasilitas yang disediakan pengelola Pemandian Air Panas Bayanan bagi para pengunjung antara lain sebagai berikut :
 Kamar Mandi Air Panas
 Tempat Parkir Kendaraan
 Taman Rekreasi dan Bermain untuk anak
 Hutan Wisata
 Warung makan
 Ruang Informasi
 Mushola

Eksotika Hyang Tirto Nirmolo 

Obyek wisata pemandian air panas Bayanan semula merupakan bekas tempat tetirah para orang kaya Belanda semasa kolonial yang dibangun tahun 1808 oleh Tuan Praul, salah satu saudagar Belanda terkemuka saat itu. Setelah berada di bawah pengelolaan pemerintah RI, pada tahun 1978, pemandian sumber air panas Bayanan direnovasi. Setahun kemudian sumber air panas Bayanan diresmikan sebagai obyek wisata dan di bawah pengelolaan Pemkab Dati II Sragen.
Namun mitos yang dipercaya penduduk desa di sekitar sumber air panas itu menyebutkan bahwa sumber air panas tersebut dijaga oleh makhluk halus berkekuatan magis. Makhluk itu bernama Hyang Tirto Nirmolo dan suka menolong menyembuhkan orang sakit. 
 
Penduduk setempat merasakan bahwa gatal-gatal (bubul-jawa), capek setelah bekerja berat dapat segera sembuh dan segar kembali usai mandi dengan air Bayanan. Oleh sebab itu, sebuah rumah kecil dibangun untuk lokasi upacara adat. Di bangunan yang sekarang dianggap keramat tersebut rutin diadakan upacara merayakan panen. Tradisi turun temurun itu biasanya berlangsung pada hari Jumat Legi dalam penanggalan Jawa.
Melalui penyelidikan ilmiah diketahui bahwa panasnya air dan zat yang terkandung di dalamnya diduga berasal dari sentuhan magma (panas bumi) yang menyentuh sumber air tanah yang sangat dalam dan sampai terasa di permukaan sebagai sumber air panas. Panasnya air tepat pada sumbernya + 44 0 C, dan setelah sampai permukaan di bak kamar mandi menjadi + 36 0 C, sesuai dengan suhu badan manusia, sehingga akan terasa enak dan nyaman untuk mandi. Penyelidikan yang dilakukan oleh Balai Penyelidikan Dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian Yogyakarta menunjukkan adanya banyak unsur/senyawa kimia yang terkandung dalam Sumber Air Panas Bayanan antara lain belerang (Sulfur). (sragenkab.go.id)

Museum Purbakala Sangiran

Sangiran terletak di kabupaten sragen, tepatnya di desa Krikilan,Kec. Kalijambe ( + 40 km dari Sragen atau + 17 km dari Solo) Sangiran Dome menyimpan puluhan ribu fosil dari jaan pleistocen ( + 2 juta tahun lalu). Fosil-fosil purba ini merupakan 65 % fosil hominid purba di Indonesia dan 50 % di seluruh dunia. Hingga saat ini telah ditemukan lebih dari 13.685 fosil 2.931 fosil ada di Museum, sisanya disimpan di gudang penyimpanan.
Sebagai  World  Heritage  List  (Warisan Budaya  Dunia). Museum ini memiliki fasilitas-fasilitas diantaranya :ruang pameran (fosil  manusia, binatang purba), laboratorium, gudang fosil, ruang slide dan kios-kios souvenir khas Sangiran.
Keistimewaan Sangiran, berdasarkan penelitian para ahli Geologi dulu pada masa  purba merupakan hamparan lautan. Akibat proses geologi dan akibat bencana alam letusan Gunung Lawu, Gunung Merapi, dan Gunung Merbabu, Sangiran menjadi Daratan. Hal tersebut dibuktikan  dengan lapisan-lapisan tanah  pembentuk  wilayah  Sangiran yang sangat berbeda dengan lapisan tanah di tempat lain. Tiap-tiap lapisan tanah tersebut ditemukan fosil-fosil menurut jenis dan jamannya. Misalnya, Fosil Binatang Laut banyak diketemukan di Lapisan tanah paling bawah, yang dulu merupakan lautan.

“ Dome Sangiran” atau Kawasan Sangiran yang memiliki luas wilayah sepanjang bentangan dari utara –selatan sepanjang 9 km. Barat –Timur sepanjang 7 km.    Masuk dalam empat kecamatan atau sekitar 59,3 Km2. Temuan Fosil di “Dome Sangiran” di kumpulkan dan disimpan di Museum Sangiran.  Temuan Fosil di Sangiran untuk jenis Hominid Purba (diduga sebagai asal evolusi Manusia)  ada 50 (Limapuluh) Jenis/Individu. Untuk Fosil-fosil yang diketemukan di Kawasan Sangiran merupakan 50 % dari temuan fosil di Dunia dan merupakan 65 % dari temuan di Indonesia. Oleh Karenanya Dalam sidangnya yang ke 20 Komisi Warisan Budaya Dunia di Kota Marida, Mexico tanggal 5 Desember 1996, Sangiran Ditetapkan sebagai salahsatu Warisan Budaya Dunia “World Haritage List”  Nomor : 593. 

Koleksi Musium Sangiran  :
1.  Fosil manusia, antara lain Australopithecus africanus , Pithecanthropus mojokertensis (Pithecantropus robustus ), Meganthropus palaeojavanicus , Pithecanthropus erectus , Homo soloensis , Homo neanderthal Eropa, Homo neanderthal Asia, dan Homo sapiens .  

2.  Fosil binatang bertulang belakang, antara lain Elephas namadicus (gajah), Stegodon trigonocephalus (gajah), Mastodon sp (gajah), Bubalus palaeokarabau (kerbau), Felis palaeojavanica (harimau), Sus sp (babi), Rhinocerus sondaicus (badak), Bovidae (sapi, banteng), dan Cervus sp (rusa dan domba). 

3.  Fosil binatang air, antara lain Crocodillus sp (buaya), ikan dan kepiting, gigi ikan hiu, Hippopotamus sp (kuda nil), Mollusca (kelas Pelecypoda dan Gastropoda ), Chelonia sp (kura-kura), dan foraminifera . 


4.  Batu-batuan , antara lain Meteorit/Taktit, Kalesdon, Diatome, Agate, Ametis 

5.  Alat-alat batu, antara lain serpih dan bilah, serut dan gurdi, kapak persegi, bola batu dan kapak perimbas-penetak.

Menara Pandang 
Untuk meningkatkan pelayanan kepada para wisatawan, di Kawasan Sangiran telah dibangun Menara Pandang dan Wisma Sangiran. Para wisatawan bisa menikmati keindahan dan keasrian panorama di sekitar Kawasan Sangiran dari ketinggian lewat Menara Pandang Sangiran. Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan para wisatawan akan tempat penginapan yang nyaman di Kawasan Sangiran telah dibangun Wisma Sangiran ( Guest House Sangiran) yang terletak di sebelah Menara Pandang Sangiran. Wisma Sangiran ini berbentuk joglo (rumah adat Jawa Tengah) dengan ornamen-ornamen khas Jawa yang dilengkapi dengan pendopo sebagai lobby . Keberadaan Wisma Sangiran ini sangat menunjang kegiatan yang dilakukan oleh para tamu atau wisatawan khususnya bagi mereka yang melakukan penelitian ( research ) tentang keberadaan fosil di Kawasan Sangiran. Wisma Sangiran memiliki fasilitas-fasilitas yang memadai, antara lain : Deluxe Room , sebanyak dua kamar dilengkapi dengan double bed , bath tub dan shower , washtafe l, meja rias dan rak ; Standard Room , sebanyak tiga kamar dilengkapi dengan double bed , bak mandi, washtafel , dan meja rias; Ruang Keluarga yang dilengkapi dengan meja dan kursi makan serta kitchen set ; Pendopo ( Lobby ) yang dilengkapi dengan meja dan kursi ; serta tempat parkir. Selain fasilitas-fasilitas tersebut, juga disediakan mobil (mini train ) untuk memudahkan mobilitas para wisatawan yang berkunjung ke Kawasan Sangiran.  

RUTE MENUJU SANGIRAN
Dengan Pesawat
Dari Bandara Adi Sumarmo (Solo), ambil jalan darat menuju ke Museum Sangiran.
Jalan Darat
•  Dari Solo > Kalijambe > Sangiran ( ± 20 km ke arah utara)
•  Dari Semarang > Purwodadi > Kalijambe > Sangiran
•  Dari Surabaya > Sragen > Kalijambe > Sangiran
•  Dari Yogyakarta > Solo > Kalijambe > Sangiran
Situs Sangiran merupakan tempat yang tempat untuk melakukan perjalanan kembali ke masa pra sejarah. Banyak hal yang bisa dipelajari di situs ini, antara lain tentang kehidupan di masa lalu dan tentang misteri evolusi makhluk hidup yang sangat menarik untuk diungkap. Semoga penjelasan ini bisa memberikan gambaran bagi para pembaca bahwa ada dunia menakjubkan di balik Situs Sangiran. Pengetahuan ini perlu disebarluaskan kepada para generasi penerus supaya mereka ikut melestarikan warisan dunia yang menakjubkan ini. Informasi tersebut akan terasa lebih lengkap lagi apabila disertai dengan kunjungan langsung ke Museum Sangiran dan kunjungi website Situs Sangiran di  www.sragenkab.go.id. (dilansir dari sragenkab.go.id)

Gembok Cinta di Tembok Besar

Tembok besar yang konon panjangnya lebih dari 10 ribu Li ini merupakan salah satu bangunan kebanggaan rakyat Cina. Uniknya dalam bahasa Cina bangunan ini disebut Changcheng  atau tembok panjang. Namun, diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi Great Wall atau Tembok Besar. Tentu saja, selain besar panjangnya ini yang membuatnya menjadi salah satu bangunan yang termasyhur dan monumental di dunia. Bahkan dimasukkan ke dalam tujuh keajaiban dunia versi terkini.
Juyonngguan atau Badaling
Kalau kita berada di Kota Bejing, ada beberapa pilihan bagian Tembok Besar yang dapat dikunjungi, salah satu yang paling terkenal, dan juga paling dekat adalah Tembok Besar di Badaling atau Juyongguan.
Sebagian besar paket "one day tour" akan menawarkan wisata ke Tembok Besar sekaligus berkunjung ke makam para kaisar yang disebut "Ming Tombs". Tentu saja dilengkapi dengan wisata belanja ke tempat-tempat yang sudah ditentukan sebelumnya. Dengan ongkos 150 yuan biasanya tur ini sudah termasuk makan siang dan juga kunjungan ke stadion olympiade sore harinya.
Kalau kita mau pergi sendiri, bus dengan nomor 919 juga tersedia dari terminal Deshengmen di Pusat Kota Beijing. Untuk menuju terminal ini bisa dicapai menggunakan Metro Line 2 dan turun di stasiun Jishuitan. Tentu saja ikut tur akan lebih praktis karena bisa mengunjungi makam Kaisar Ming. Sedangkan kalau dengan bus 919 akan memakan waktu lebih lama tapi lebih ekonomis dan bebas mengatur waktu sehingga dapat lebih lama menikmati tembok yang konon bisa dilihat dari bulan ini.
Setelah berkendara melewati jalan bebas hambatan sekitar 1 jam dari pusat Kota Beijing dan mampir sebentar untuk sedikit berbelanja. Dan, akhirnya mini bus kami pun tiba di pelataran parkir Badaling atau Juyongguan. Sementara pemandu wisata membelikan kita tiket. Kita sudah dapat melihat betapa hebatnya bangunan tembok besar yang tampak meliuk-liuk bagaikan naga yang berdiam di puncak gunung.
Sebuah papan keterangan tentang tembok besar ditulis dalam berbagai bahasa. Selain bahasa Mandarin dan Inggris, ada juga yang dalam bahasa Korea, Jepang, bahkan Russia. Di papan keterangan ini dapat dibaca bahwa Tembok Besar yang berada di daerah Badaling ini terletak di pegunungan Jundu. Tembok besar ini mulai dimasukkan dalam daftar "World Heritage" oleh UNESCO pada 1987.
Tembok Besar di kawasan ini dirancang oleh Jendral Xu Da dan Chang Yu Chun yang selesai dibangun pada tahun 1368. Tentu saja alasan pembangunannya adalah demi tujuan militer, yaitu melindungi negeri Cina dari serbuan bangsa di utara. Meliuk-liuk dan kadang-kadang mendaki sangat curam, tembok ini dilengkapi dengan menara pengintai. 
Gembok Cinta di Tembok Besar
Setelah memasuki pintu masuk, ada pelataran luas dengan bangunan tradisional Cina yang bertingkat dua. Bagian bawah bangunan ini dijadikan toko tempat menjual cendera mata dan pernak-pernik tembok besar. T-shirt, tempelan magnet, piring kecil, gantungan kunci, dan replika tembok besar dalam berbagai ukuran menjadi buah tangan yang laris diserbu wisatawan.
Melewati toko cendera mata ini ada lagi sebuah ruang terbuka di mana dipamerkan berbagai jenis senjata tajam bak di film-film kung fu yang sering diputar pada tahun 1980-an. Tombak, golok, gada, trisula, toya, dan senjata sejenisnya yang menghiasi tempat ini. Selain itu beberapa replika patung terakota dari Xian juga ikut meramaikan suasana. Sebuah menara pengintai dengan jendelanya yang khas membuat wisatawan merasa terlempar ke masa pada ratusan tahun yang lalu.
Selepas tempat ini, kecuraman tembok mulai terasa. Untuk mendaki ke menara pengintai berikutnya, ratusan anak tangga harus didaki. Untungnya di sisi tembok disediakan pegangan tangan dari pipa yang dapat membantu pendaki. Kalau lelah cukup istirahat di anak tangga atau tepian tembok yang dihiasi bendera warna warni.
Di kejauhan, tembok terus mengular dan tampak kian mengecil. Di beberapa sudut terlihat banyak orang yang mendaki sampai jauh sehingga terlihat bagaikan semut. Sementara itu di tepian tembok, terdapat untaian gembok yang saling berkaitan dan membentuk pasangan gembok. Masing-masing gembok digrafir dengan nama laki-laki dan perempuan. Rupanya ini adalah gembok sepasang kekasih yang bertekad bahwa hubungan mereka akan tetap abadi selama gembok tetap bersatu dengan teguh di tepian dinding tembok besar. Ada-ada saja?
Setelah sempat mendaki, berjalan, dan menuruni tangga sampai melewati beberapa menara pengintai, kaki pun terasa mulai lelah. Waktunya untuk kembali ke beranda dengan bangunan tradisional tempat menjual cendera mata. Di sini juga menjual es krim yang segar dan dijadikan sebagai penghilang dahaga.
Setelah itu kami berjalan ke arah yang berlawanan dan melihat lagu pemandangan yang bahkan lebih menakjubkan. Ada semacam bendungan besar dengan sebuah jembatan yang masih menjadi bagian tembok besar di atasnya. Dan, di seberang sana tembok besar yang sama juga meliuk-liuk bagai naga di punggung bukit. Jauh entah kemana, tidaklah salah rakyat Cina menamakan tembok ini Tembok Panjang Sepuluh Ribu Li. Kita tidak pernah dapat melihat di mana tembok ini berakhir, bagaikan sebuah jalan tiada berujung.
Yang paling penting dari kunjungan ini adalah membuktikan bahwa dengan menaiki tembok besar kita sudah berhasil lulus ujian dan menjadi manusia sejati sesuai dengan papatah kuno Cina tadi. (detik.travel)
 




Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Krokotnews - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger