Bern - Tak lama setelah Husni Mubarak mundur dari kursi presiden, pemerintah Swiss mengeluarkan dekrit pembekuan semua aset milik bekas diktator itu beserta kroninya.
Jumlah harta Mubarak dan keluarganya diduga mengalahkan jumlah kekayaan Carlos Slim, orang terkaya di dunia asal Meksiko versi Forbes, yang memiliki harta US$ 54 miliar. Kekayaan Mubarak ditaksir berkisar US$ 40-70 miliar (atau sekitar Rp 357-625 triliun). Menurut Bank Nasional Swiss, total deposit Mubarak di bank Swiss sebesar US$ 3,7 miliar.
Aset kroni Mubarak yang dibekukan antara lain milik bekas menteri perumahan, pelayanan, dan pembangunan urban; bekas menteri pariwisata; bekas menteri dalam negeri; bekas menteri perdagangan dan industri; serta bekas sekretaris Partai Demokratik Nasional yang juga pengusaha terkemuka, Ahmed Ezz.
Di Mesir, Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata, selaku pemegang kekuasaan, melarang para pejabat tinggi meninggalkan Mesir tanpa izin kejaksaan atau militer. Mereka menangkap Menteri Informasi Anas el-Fekky, yang diduga akan terbang ke luar negeri, kemarin. “Larangan ini untuk mencegah sejumlah tokoh yang bertanggung jawab dalam pemerintahan lalu melarikan diri,” ujar sumber militer kemarin.
Militer juga berjanji akan menyerahkan kekuasaan ke pemerintahan sipil yang terpilih nanti. Mereka mempertahankan kabinet yang ada saat ini sampai terbentuknya pemerintahan baru. ”Pemerintah dan gubernur tetap menjalankan tugas sampai pembentukan pemerintahan baru,” kata seorang pejabat senior militer.
Dewan juga akan tetap tunduk kepada kesepakatan internasional. Kuat dugaan, pernyataan ini dikeluarkan untuk meredam kekhawatiran Israel dan Amerika Serikat. Pernyataan Dewan itu langsung disambut gembira Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu.
Guna mengawal semua langkah Dewan, demonstran kemarin membentuk Dewan Revolusi. ”Ini agar revolusi mengarah pada jalan yang diinginkan rakyat Mesir,” kata Khaled Abdel Qader Ouda, seorang pemimpin demonstran.
Kemarin jumlah pengunjuk rasa di Tahrir Square terus menipis. Sebagian besar demonstran membongkar tenda dan pulang ke rumah. Tapi masih ada puluhan demonstran yang menolak mengakhiri protes sampai militer benar-benar memenuhi tuntutan mereka. (Tempointeraktif.com, 13/02/2011 )


Posting Komentar