Solo . Peringatan keras dari Liga Primer Indonesia (LPI) Pusat kepada panitia pelaksanan (panpel) pertandingan Solo FC untuk membenahi penjualan tiket membuahkan hasil. Panpel pun sanggup meraup pemasukan sebesar Rp 207.518.200 dari hasil penjualan tiket.
"Pemasukan ini memang belum dipotong PPN 10 persen dan sumbangan. Tapi yang pasti meningkat dibanding laga kandang terakhir," kata Ketua Panpel Roy Saputra di Graha Solo Football (markas Solo FC-Red), Minggu (13/2).
Untuk tiket yang terjual, ujarnya, panpel berhasil menjual 11.699 lembar dari 19.545 tiket yang dicetak. Dari belasan ribu tiket yang terjual terdiri itu 7.867 tiket untuk belakang gawang dengan harga per lembar Rp 15 ribu.
Kemudian 2.479 lembar untuk tiket di tribun timur dengan harga Rp 20 ribu/lembar, lalu tiket dengan harga Rp 30 ribu perlembar yang diperuntukkan untuk tribun tertutup selatan terjual 1.207 lembar. Sementara, di bagian VIP yang dilepas Rp 50 ribu/lembar, panpel berhasil menjual 180 lembar tiket. "Bahkan untuk tribun VVIP yang perlembarnya seharga Rp 100 ribu terjual tujuh lembar," ungkapnya.
Dibanding laga kandang sebelumnya, dia mengaku ada peningkatan berarti dari sisi tiket yang terjual. Pada pertandingan kandang terakhir kala menjamu Bandung FC (29/1), panpel hanya sanggup menjual 8.022 tiket.
"Kebocoran tiket pun praktis berhasil kami tekan. Buktinya kami tidak membuka pintu saat di sela-sela pertandingan meski banyak penonton yang tidak memiliki tiket berharap pintu dibuka panpel," jelasnya.
Roy pun memberikan apresiasi tinggi kepada Pasukan Suporter Solo Sejati (Pasoepati) yang tidak sedikit memberikan andil bagi terjualnya tiket. Menurut dia dari 2.000 lembar tiket yang dilepas ke Pasoepati, semuanya habis terjual.
"Sold out semua dibeli Pasoepati, kami bangga bahwa mereka sudah bisa memberikan contoh bagaimana menjadi penonton sepakbola di stadion yang baik, yakni dengan membeli tiket," tandasnya. (Suaramerdeka.com, 13/02/2011)
(Gading Persada/CN26)


Posting Komentar